Tuesday, October 28, 2014

Kuliah di Jepang Biaya Sendiri

Kuliah di Jepang Biaya Sendiri
KULIAH DI JEPANG BIAYA SENDIRI
Kira-kira berapa biaya yang diperlukan jika kuliah di Jepang biaya sendiri? Artikel ini membahas komponen-komponen biaya/pengeluaran yang akan diperlukan jika kuliah di Jepang biaya sendiri dan juga kemungkinan pendapatan yang dapat diperoleh selama tinggal di Jepang.
PENGELUARAN
Biaya Kuliah
Biaya kuliah program sarjana di Jepang relatif lebih murah dibandingkan dengan diAmerikaAustralia, Inggris, ataupun Singapore. Biaya kuliah per-semester di Amerika lebih dari Rp.200jt, di Australia lebih dari Rp.150jt, dan di Inggris dan Singapore di atas Rp.100 jt rupiah. Biaya kuliah program sarjana di Jepang per-semester di kampus negeri sekitar Rp.35jt, dan di kampus swasta sekitar Rp.70jt rupiah.
Biaya Sewa Apartemen
Biaya sewa apartemen di Jepang yang biasanya digunakan mahasiswa antara Rp.2,5jt sampai sekitar Rp.6jt per-bulan.
Biaya Makan/Minum 
Biaya makan minum sangat tergantung pada orangnya. Jika memasak sendiri, biaya akan murah. Semakin sering makan di kantin atau restoran biaya yang dikeluarkan semakin besar. Biaya makan/minum per bulan sekitar Rp.2 jt – Rp 5jt.
Biaya Lain-lain
Yang dimaksud biaya lain-lain di sini adalah biaya transportasi, hiburan, membeli kebutuhan sehari-hari, membeli kebutuhan alat-tulis dll. Biaya lain-lain per-bulan diperkirakan sekitar Rp.2jt – Rp. 4jt.
Pengeluaran Total
Jika menggunakan angka-angka di atas, maka sbb:
Biaya kuliah per tahun antara Rp. 70jt – 140jt.
Biaya sewa apartemen per tahun antara Rp. 30jt – 72jt.
Biaya Makan/minum per tahun antara Rp. 24jt – 60jt.
Biaya lain-lain antara Rp.24jt – 48jt.
Jadi untuk kuliah di Jepang biaya sendiri, biaya total per-tahun yang dibutuhkan antara Rp.148jt – 320jt. Jika dibulatkan biaya minimal sekitar 150jt per tahun. Mungkin lebih aman jika mencadangkan biaya minimal yang dibutuhkan per tahun antara Rp.150jt sampai Rp. 200jt. Biaya maksimal mungkin tidak dapat ditentukan, karena sangat tergantung gaya hidup dan sekolah/kampus yang dimasuki. Bagi keluarga yang mampu, menyediakan dana Rp.150jt atau Rp.200jt per tahun mungkin terasa tidak berbeda. Biaya ini mungkin juga tidak jauh berbeda dengan biaya yang dibutuhkan oleh mahasiswa dari luar Jakarta untuk kuliah di kampus swasta di Jakarta. Tambah sedikit, bisa kuliah di Jepang biaya sendiri.
PENDAPATAN
Kerja Part-time
Jika kuliah di Jepang, mahasiswa bisa kerja part-time (arubaito). Bagi mahasiswa asing, jumlah jam kerja part-time maksimal per-minggu yang diijinkan 28 jam. Honor kerja part-time sekitar 900 yen per jam (dalam rupiah sekitar Rp.100 ribu). Jika per-minggu kerja part-time hanya 14 jam, honor per-minggu Rp.1,4jt, per-bulan Rp.5,6jt, per-tahun menjadi Rp.67,2jt. Seandainya per-minggu kerja part-time 28 jam, honor per-minggu Rp.2,8jt, per-bulan Rp.11,2jt, dan per-tahun menjadi Rp. 134,2jt.
Beasiswa Dalam Negeri Jepang
Beasiswa yang dapat didaftar dari dalam negeri Jepang jauh lebih banyak dibandingkan beasiswa yang dapat didaftar dari Indonesia. Beasiswa yang dapat didaftar dari dalam negeri Jepang, besarnya sekitar Rp.3jt sampai Rp.7jt per-bulan. Jika dihitung per-tahun antara Rp.36jt sampai Rp. 84jt.
Pendapatan Total
Jika selama di Jepang kerja part-time dan juga mendapatkan beasiswa, maka pendapatan total minimal sekitar Rp.67,2 jt (dari kerja part-time) ditambah Rp. 36jt (dari beasiswa terkecil) sama dengan Rp. 113,2jt. Pendapatan maksimal yang dapat diperoleh selama satu tahun, Rp.134,2jt (dari kerja part-time 28 jam per-minggu) ditambah Rp. 84jt (dari beasiswa terbanyak) sama dengan Rp.218, 2jt.
TIPS
Jika dukungan/kiriman dari orang-tua cukup tidak perlu kerja part-time dan mencari beasiswa. Terutama jika dukungan dari orang-tua cukup, pengeluaran minimal yang dibutuhkan sebesar Rp.150-200jt per-tahun dapat ditanggung oleh orang tua. Selain itu, untuk kuliah di jurusan tertentu di kampus tertentu, kegiatan akademik sangat sibuk, waktu yang tersedia mungkin semaksimal mungkin digunakan untuk pencapaian prestasi akademik di kampus.
Jika kiriman orang tua kurang, atau ingin menantang batas kemampuan diri sendiri, bisa kuliah sambil kerja part-time dan mencari beasiswa di Jepang. Dengan kerjapart-time dan beasiswa dalam negeri Jepang (didaftar setelah sekolah di Jepang), biaya yang dibutuhkan untuk membayar kuliah dan biaya hidup akan tertutupi. Kuliah sambil kerja part-time tidak mudah, mahasiswa perlu menata penggunaan waktu dengan baik.

Sumber: Jin.co.id
Post a Comment