Tuesday, September 23, 2014

Rich Man, Poor Woman (2012)

Saya jarang suka re-run drama secara full. Dalam artian, menonton ulang lagi dari episode awal sampai akhir tanpa skip. Tapi drama ini spesial. Saya masih bisa menikmatinya meskipun sudah tahu jalan ceritanya. Saya suka dengan jalan ceritanya, dan saya suka dengan karakter yang dimainkan sekaligus dengan aktor dan aktris yang memainkannya.



Bercerita tentang Natsui Makoto, seorang gadis lulusan Universitas Tokyo yang masih kesulitan mendapatkan pekerjaan. Normalnya, lulusan dari perguruan tinggi ternama kan pasti dicari-cari, ya. Tapi ini enggak. Natsui terus-terusan ditolak sampai desperate. Hingga akhirnya dia mendaftar ke sebuah perusahaan bernama Next Innovation. Meskipun awalnya ditolak, tapi kelebihannya dalam mengingat berhasil membuatnya menjadi pegawai sementara disana.


Adalah Hyuga Toru, pemilik sekaligus pendiri perusahaan berbasis IT itu. Dia mendirikan perusahaan itu berbasis hobi dan kreatifitas yang dimilikinya bersama dengan sahabatnya, Asahina Kousuke. Hyuga ini punya penyakit ‘tidak bisa mengingat dengan baik’. Berbanding terbalik dengan Natsui yang jago banget dalam hal ingat mengingat. Mungkin ingatannya sudah dia pertaruhkan untuk hobinya, ya. Makanya dia jadi nggak ngeh untuk urusan lainnya. Kan bakal susah banget bikin aplikasi hebat dengan ingatan yang terbatas. Ekekek. #abaikan




Hyuga bertemu Natsui saat gadis itu melamar bekerja di perusahaannya. Dan Hyuga pun langsung tertarik. Bukan, bukan tertarik pada Natsui, melainkan pada nama Chihiro Sawaki, nama yang digunakan Natsui saat melamar di perusahaan itu.


Wait … kenapa Natsui pake acara ganti nama segala?


Well, Chihiro Sawaki adalah satu-satunya nama yang tidak dapat dilupakan Hyuga seumur hidupnya. Dia bahkan sampai bela-belain bikin project Personal File demi menemukan seseorang dengan nama itu. Siapa sih Chihiro Sawaki? Kenapa Natsui bisa mengetahui nama itu demi menarik perhatian Hyuga?


Tonton sendiri aja. Haha.


Meskipun begitu, misteri nama ini bukanlah cerita utama dalam drama ini. Konflik baru muncul saat Kousuke Asahina mulai merasa berbeda pendapat dengan Hyuga dan ingin menyingkirkan Hyuga, menjadi penguasa Next Innovation sendirian. Konflik asmara juga muncul ketika Natsui mulai merasakan jatuh cinta pada Hyuga, tapi kemudian dia mengetahui bahwa bos sementaranya itu tengah dekat dengan adik dari Kousuke, Asahina Yoko, seorang koki wanita.




Saya suka dengan karakter Natsui disini. Dia tipikal cewek yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri. Dia malah cenderung lebih memikirkan orang lain daripada dirinya. Cewek yang ceria, penuh semangat, dan pintar. Kontras sekali dengan Hyuga yang cuek dan terkesan arogan. Yah, saya paham, sih. Tipikal cowok programmer memang begitu, ya. Susah untuk berinteraksi dengan manusia. Sehari-harinya berinteraksi dengan benda mati, sih. Ekekek. Nah, justru disinilah yang membuat karakter Natsui terasa pas sekali berada di sisi Hyuga.




Menonton drama ini bisa bikin saya geregetan sendiri. Drama ini berhasil memancing emosi saya menyesuaikan dengan emosi yang disajikan di dalamnya. Betapa rasanya saya bisa merasakan perasaan Natsui, maupun perasaan Hyuga terlebih saat pria itu tahu dirinya tengah dikhianati sahabatnya. Sugoi banget, deh.


Yang paling ngena adalah ketika Hyuga akhirnya mundur dari Next Innovation dan memilih untuk membangun perusahaan yang baru. Disini Natsui sabar banget mendampinginya, di saat tidak ada seorangpun yang bersedia berada di pihaknya. Natsui tahu, dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk Hyuga. Dia tidak bisa membantu Hyuga melakukan pekerjaannya. Yang bisa dia lakukan adalah mengawasinya, memberinya semangat dan perhatian. Natsui bahkan sampai nekat menolak tawaran pekerjaan tetap yang akhirnya dia dapatkan untuk pertama kalinya. Semua itu hanya agar dia bisa mendampingi Hyuga. Huaa, sweet banget scene ini.




Memang yah, di balik pria sukses, selalu ada wanita hebat yang mendampinginya. #hiks


Satu hal lagi yang bikin saya tertarik dengan drama ini adalah konsepnya yang mengusung IT sebagai latar belakangnya. Saya orang IT. Secara tidak langsung drama ini memberikan asupan semangat untuk saya dalam menjalani profesi saya. Saya percaya, bahwa kelak saya akan bisa menjadi seorang Hyuga, seorang yang profesional di bidang ini. Dan saya juga bisa menjadi Natsui, yang bisa bersabar terus mendampingi ‘Hyuga saya’ kelak dalam kondisi apapun. :D




Kehadiran Oguri Shun disini adalah unsur lain yang membuat saya tidak bisa berpaling dari drama ini. Saya sudah lama menantikannya muncul dalam drama, dan drama ini menjawab penantian saya. Saya tidak pernah kecewa dengan akting Om Oguri. Bahkan ketika dia berperan menjadi Kappa pun saya suka. Haha. Untungnya, disini dia dipasangkan dengan Ishihara Satomi yang langsung saya favoritkan begitu saya menonton perannya disini. Ya, saya masih asing dengan mbak yang satu ini. Tapi saya suka dia disini. Semoga drama dia berikutnya bisa saya ikuti dengan baik seperti disini.


Drama ini saya rate 9/10.


Rich Man, Poor Woman patut untuk saya rekomendasikan. Layaknya dorama yang biasa saya tonton, soal cinta bukan yang nomor satu. Tapi justru romansa itu akan jadi pelengkap manisnya cerita yang disajikan. Drama ini memberikan kesan mendalam bagi saya.


Happy Watching, Sahabat Iseng!! 


RICH MAN, POOR WOMAN
Genre : Romantic Comedy
Episodes : 11
Oguri Shun
as Hyuga Toru
 
Ishihara Satomi
as Natsui Makoto
Aibu Saki
as Asahina Yoko
Iura Arata
as Asahina Kosuke

DOWNLOAD AREA

Download Drama : Episode Zero  Episode 1-11  Episode SP
Subtitle Indonesia : Episode Zero-11  Episode SP 


Monggo di download






Jangan lupa tinggalkan komentar ya...
Post a Comment